By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Pemilu TerangPemilu TerangPemilu Terang
Reading: Apakah Presiden Boleh Memihak dan Kampanye?
Share
Notification Show More
Aa
Pemilu TerangPemilu Terang
Aa
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 News Network. Company. All Rights Reserved.
Pemilu Terang > Blog > Berita Opini > Apakah Presiden Boleh Memihak dan Kampanye?
Berita Opini

Apakah Presiden Boleh Memihak dan Kampanye?

salma hn
Last updated: 2024/01/25 at 10:15 AM
salma hn 2 years ago
Share
SHARE

Pemiluterang.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa presiden dapat mendukung dan terlibat dalam kampanye pemilu 2024, asalkan tidak memanfaatkan fasilitas negara. Pernyataan tersebut menciptakan kontroversi di kalangan berbagai pihak. Jokowi menyampaikan pandangannya ini saat memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (24/1/2024).

Jokowi awalnya memberikan respons terhadap pertanyaan wartawan mengenai menteri yang terlibat dalam tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Jokowi menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hak politik individu masing-masing. Selanjutnya, Jokowi berbicara mengenai kemungkinan bagi seorang presiden untuk terlibat dalam kampanye dan menyatakan dukungan tanpa melibatkan fasilitas negara.

“Hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja, yang paling penting, presiden itu boleh loh kampanye, presiden boleh loh memihak. Boleh,” kata Jokowi.

Walau begitu, yang utama, menurut Jokowi, adalah bahwa tindakan tersebut harus dilakukan tanpa menggunakan sarana negara. Jokowi menganggap bahwa baik presiden maupun menteri adalah pejabat politik, sehingga diizinkan untuk terlibat dalam kegiatan kampanye.

“Tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara. Boleh, kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa begini nggak boleh, berpolitik boleh, menteri juga boleh,” tambahnya.

Pernyataan ini kemudian menimbulkan dukungan dan penolakan dari berbagai kelompok, termasuk pendukung tim pasangan calon. Kelompok yang mendukung pasangan calon nomor 01 dan 03 menunjukkan sikap penolakan, sementara kelompok yang mendukung pasangan calon nomor 02 menunjukkan dukungan terhadap pernyataan Jokowi.

Kubu 01

Asisten Pelatih Tim Nasional AMIN, Jazilul Fawaid, berpendapat bahwa pernyataan Jokowi tersebut muncul karena kekhawatiran. Jazilul menyatakan bahwa sekarang terlihat lebih jelas adanya preferensi yang bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan.

“Panik! itu tanda kepanikan. Kami pasangan AMIN berpihak dan berkolaborasi dengan rakyat saja, ayo kita bersama sama pukul kentongan untuk membangun kesadaran menyelamatkan demokrasi, menyelamatkan pemilu dari kecurangan,” kata Jazilul Fawaid, kepada wartawan, Rabu (24/1/2024).

“Hemat saya, kita gerakkan perubahan Indonesia adil makmur untuk semua. Sebab makin tampak kekuasaan yang berpihak untuk melanggengkan kekuasaannya. Kita hidupkan kembali semangat reformasi, semangat anti KKN yang melahirkan kesenjangan dan ketidakadilan. Jangan lupakan sejarah,” lanjutnya.

Mirip dengan juru bicara Tim Nasional AMIN, Mardani Ali Sera, mengatakan bahwa Jokowi sangat berkeinginan agar pemilihan presiden dapat dimenangkan dalam satu putaran.

“Ada yang panik mau satu putaran, sehingga ada yang mau turun kampanye bahkan berkoar-koar,” kata Mardani kepada wartawan, Rabu (24/1/2024).

Mardani menjelaskan bahwa dalam undang-undang, tidak terdapat larangan bagi presiden maupun menteri untuk terlibat dalam kampanye. Meskipun begitu, Mardani menyoroti kewajiban presiden dan menteri untuk mengambil cuti saat terlibat dalam kegiatan kampanye.

“Presiden memang boleh kampanye, menteri juga boleh tapi harus cuti dan transparan,” ujarnya.

Sementara, Bendum NasDem Ahmad Sahroni mengapresiasi apa yang disampaikan Jokowi. Menurutnya, publik kini tidak bingung lagi.

“Sekali lagi ketegasan presiden ini bagus, karena kalau sudah seperti ini kan semuanya jadi jelas, masyarakat tidak bingung lagi. Tapi soal benar atau salahnya, etis atau tidaknya, saya nggak mau membahas. Silakan saja rakyat yang menentukan sikap. Yang pasti memang jangan sampai ada pejabat ngomongnya A, tapi bertindak Z. Makanya dengan adanya ketegasan ini, sudah bagus,” ungkapnya.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan turut merespons Jokowi. Anies menyerahkan penilaian ke masyarakat.

“Ya, menurut saya masyarakat bisa mencerna dan nanti menakar menimbang pandangan tersebut, karena sebelumnya yang kami dengar adalah netral, mengayomi semua, memfasilitasi semua. Jadi kami serahkan saja kepada masyarakat Indonesia untuk mencerna dan menilai,” kata Anies di Kantor Gubenur DIY, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga : Referensi Susunan Acara Pelantikan KPPS Pemilu 2024

Yuk dapatkan informasi terupdate berita polpuler harian dari pemiluterang.com. Untuk kerjasama lainya bisa kontak email dan sosial media kami lainnya!

You Might Also Like

Kenapa KPU Tak Ingin Buka Ijazah Capres-Cawapres Tanpa Izin?

Ijazah Capres-Cawapres Masuk Dokumen Rahasia, KPU Pertegas Aturan Akses Publik

Jokowi Didoakan Jadi Ketua Umum PSI, Begini Kiprahnya di Dunia Politik

PSI Cari Pengganti Kaesang Jadi Ketum, Jokowi Diharapkan Maju Jadi Calon

Penetapan Perolehan Kursi dan Caleg DPR-DPD 2024 Dilakukan KPU Hari Ini

TAGGED: calon presiden, capres, Jokowi, Kampanye, KPU, pemilu, Pemilu 2024, politik indonesia
salma hn January 25, 2024 January 25, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Referensi Susunan Acara Pelantikan KPPS Pemilu 2024
Next Article https://forumdaerah.com/2024/01/25/transformasi-indonesia-representasi-visi-2045-di-era-digital/ Indonesia Emas 2045: Upaya Nyata Mewujudkan Mimpi 2045
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Find Us on Socials

Pemilu TerangPemilu Terang
© All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?